Langsung ke konten utama

AMSAXALSA GOES TO PUBLIC: KATAKAN TIDAK PADA PERNIKAHAN MUDA!


AMSAXALSA GOES TO PUBLIC adalah salah satu program kegiatan dari divisi eksternal AMSA FK Unsri yang diadakan pada tahun ini. Acara ini diselenggarakan oleh AMSA dan juga ALSA dari Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya dan diketuai oleh Amira Azra Arisa Putri dari AMSA dan Nuzul Qurnia B. dari ALSA. Tema yang diangkat kali ini adalah Early Marriage According to Law and Medical. Dari tema tersebut, acara ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang tindak pencegahan terhadap pernikahan usia dini yang dibahas pada dua bidang yaitu berdasarkan hukum di Indonesia dan juga dikaitkan dengan medis. Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, 14 Oktober 2018, di Gedung Cekda, Kelurahan Tanggal Takat, Palembang. Sasaran pada acara ini adalah orang tua dan juga remaja yang tinggal di daerah sekitar Gedung Cekda, Tanggal Takat. 

Pernikahan usia dini didefinisikan sebagai pernikahan yang terjadi sebelum anak mencapai usia 18 tahun, sebelum anak matang secara fisik, fisiologi, dan psikologis untuk bertanggungjawab terhadap pernikahan dan anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik Tahun 2017, angka prevelensi pernikahan usia dini sudah menunjukkan angka yang tinggi pada tahun 2015, yakni tersebar di 21 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia. Hal ini berarti angka pernikahan usia dini berdasarkan sebaran provinsi di seluruh Indonesia sudah mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni dengan jumlah presentase 61%.

Kebanyakan pernikahan dini terjadi pada perempuan, berdasarkan analisis survei penduduk antar sensus (SUPAS) 2005 dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) didapatkan angka pernikahan di perkotaan lebih rendah dibandingkan di pedesaan, untuk kelompok umur 15-19 tahun perbedaannya cukup tinggi yaitu 5,28% di perkotaan dan 11,88% di pedesaan. Hal ini menunjukan bahwa wanita usia muda di pedesaan lebih banyak yang melakukan pernikahan pada usia muda.

Dampak dari pernikahan dini di antaranya adalah menyebabkan anak menjadi putus sekolah, instabilitas di dalam membangun keluarga, terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta subordinasi perempuan yang kemudian dirangkum berdasarkan dampak ekonomi berupa adanya 'siklus kemiskinan' yang baru, dampak sosial berupa tingginya angka perceraian, dampak kesehatan (reproduksi dan seksual), dan dampak psikologis berupa cenderung minder, mengurungkan diri dan tidak percaya diri karena mungkin belum mengetahui bagaimana perubahan perannya dari seseorang ibu dan isteri saat harus menjadi orang tua di usianya yang masih muda.


Peserta sedang mengikuti seminar dalam AMSAXALSA GOES TO PUBLIC di Gedung Cekda, Minggu (14/10/2017).

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan kegiatan pertama yaitu senam pagi. Para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti senam pagi ini. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan seminar di Gedung Cekda. Terdapat 3 pemateri di seminar yang salah satunya adalah dr. Diyaz Syauki Ikhsan SpKJ yang membahas pernikahan muda pada sisi medis. Selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan pemeriksaan fisik dan sosialisasi pernikahan dini yang dilakukan oleh panitia AMSAXALSA, lalu acara ditutup dengan sesi foto bersama panitia. Banyak kendala yang ditemukan pada acara ini akan tetapi semuanya bisa diatasi karena semua panitia saling bekerja sama dengan baik.

Peserta sedang senam pagi dalam AMSAXALSA GOES TO PUBLIC, Minggu (14/10/2017).

AMSAXALSA GOES TO PUBLIC ini bisa berjalan dengan lancar terlepas dari semua kendala yang terjadi. Saran dari salah satu Project Officer acara ini, Amira Azra Arisa Putri, untuk AMSAXALSA GOES TO PUBLIC pada tahun depan yaitu agar bisa dikemas dengan lebih inovatif dan pesertanya bisa lebih banyak lagi dari tahun ini.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Forum Ungu Psikologi FK Unsri

Hidup Mahasiswa! Setiap intitusi memerlukan wadah sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi demi memperbaiki kualitas. Begitu pula yang dilakukan oleh BEM KM Program Studi Psikologi. Forum ungu, begitu mereka menyebutnya. Mengapa ungu? Tentu karena program studi psikologi identik dengan warna ungu. Forum Ungu adalah wadah bagi mereka untuk menyampaikan aspirasinya dan permasalahan yang harus diselesaikan demi kualitas yang lebih baik. Tujuan diadakannya forum ini adalah menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka kepada pihak prodi. Selain itu forum ini juga menjadi sarana untuk mempersiapkan diri menghadapi akreditasi. Forum ini bukan hanya diikuti oleh BEM KM Prodi Psikologi tapi juga dari mahasiswa Prodi Psikologi berbagai angkatan mulai dari angkatan 2013 sampai angkatan 2017. Masalah yang diangkat dalam forum ini sangat bervariasi. Mulai dari masalah sarana dan prasarana seperti wi-fi , toilet sampai penyedian ruang sekretariat untuk badan semi otonom. Untuk men...

Pentas Seni Ala Anak Kedokteran Unsri

Siapa yang tidak tahu bahwa anak FK juga bisa membuat pentas seni? Sempat tertunda selama 3 bulan, akhirnya pentas seni (Pensi) Fakultas Kedokteran Unsri diadakan sabtu pagi sampai malam minggu pada tanggal 12 agustus 2017. Diikuti oleh 3 angkatan FK Unsri (angkatan 2014, angkatan 2015, dan angkatan 2016) serta kedatangan angkatan 2017 sebagai tamu menambah keseruan Pensi tahunan kali ini. Diselenggarakan BEM KM FK Unsri sebagai panitia, Pensi merupakan acara yang paling ditunggu - tunggu setiap tahunnya untuk sejenak melepas stres dan lelah selama proses perkuliahan. Pensi FK Unsri tahun 2017 kali ini diketuai oleh kak Vincensius Hans dari angkatan 2015. Menurutnya, sebagai acara penutup dari kegiatan Pormafka 2017 beberapa bulan lalu, Pensi FK Unsri 2017 dijadikan sebagai acara seru-seruan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa FK Unsri. “Kalo tujuan Pensi, seperti yang kita tahu bahwa dari namanya Pentas seni, Pensi dijadikan sebagai ajang untuk mengeksplor kemampuan seni dari mah...

SriMO 2016 (Sriwijaya Medical Olympiad 2016)

Sriwijaya Medical Olympiad atau yang dikenal dengan SRIMO merupakan  acara dari program kerja yang dilaksanakan oleh departemen PENDPRO BEM KM FK UNSRI dengan bermitra bersama BO FKIA FK UNSRI. Adapun acara ini diselenggarakan untuk mencari mahasiswa-mahasiswi terbaik untuk mewakili FK UNSRI di lomba yang diadakan sebagai ajang seleksi untuk mengikuti Regional Medical Olympiad oleh FK UNSRI. Adapun bidang lomba yang ada di Srimo ini ialah neurology-psychiatry, genitourinary-reproduction, respiration-cardiovascular, gastro-enterohepato-endocrine, tropical infection dan musculoskeletal . Pada hari Sabtu tanggal 5 maret  2016, para peserta yang merupakan mahasiswa preklinik pendidikan dokter umum Universitas Sriwijaya yang totalnya ada 22 tim saling unjuk gigi dalam mengikuti Srimo ini. Bentuk penyisihan pertama dari perlombaan ini ialah Multiple Choice Question (MCQ) dengan sistem seperti tes tertulis SBMPTN dan dilanjutkan dengan Objective Structural Practical Examinatio...